.quickedit{ display:none; }
Selamat Datang di kgderis.blogspot.com

Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pernik Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernik Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 September 2010

Makna Idul Fitri

Idul fitri merupakan momentum terbaik bagi setiap manusia untuk kembali ke fitrahnya sebagai makhluk yang suci dan terampuni dosanya.Cuma, saat ini masih banyak kalangan yang mengartikan Idul Fitri hanya sebagai hari terbebasnya manusia dari kewajiban berpuasa.Ada juga kalangan yang menjadikan Idul Fitri sebagai hari pamer kemewahan.Mereka yang keliru memaknai Idul Fitri hanya akan menjadi manusia yang saleh secara musiman.

Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya. Dan dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah makna Idul Fitri.

Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya.

Idul Fitri terdiri dari dua kata. Pertama, kata ‘id yang dalam bahasa Arab bermakna `kembali’, dari asal kata ‘ada. Ini menunjukkan bahwa Hari Raya Idul Fitri ini selalu berulang dan kembali datang setiap tahun. Ada juga yang mengatakan diambil dari kata ‘adah yang berarti kebiasaan, yang bermakna bahwa umat Islam sudah biasa pada tanggal 1 Syawal selalu merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab).

Dalam Alquran diceritakan, ketika para pengikut Nabi Isa tersesat, mereka pernah berniat mengadakan ‘id (hari raya atau pesta) dan meminta kepada Nabi Isa agar Allah SWT menurunkan hidangan mewah dari langit (lihat QS Al Maidah 112-114). Mungkin sejak masa itulah budaya hari raya sangat identik dengan makan-makan dan minum-minum yang serba mewah. Dan ternyata Allah SWT pun mengkabulkan permintaan mereka lalu menurunkan makanan.(QS Al-Maidah: 115).

Jadi, tidak salah dalam pesta Hari Raya Idul Fitri masa sekarang juga dirayakan dengan menghidangkan makanan dan minuman mewah yang lain dari hari-hari biasa. Dalam hari raya tak ada larangan menyediakan makanan, minuman, dan pakaian baru selama tidak berlebihan dan tidak melanggar larangan. Apalagi bila disediakan untuk yang membutuhkan.

Abdur Rahman Al Midani dalam bukunya Ash-Shiyam Wa Ramadhân Fil Kitab Was Sunnah (Damaskus), menjelaskan beberapa etika merayakan Idul Fitri. Di antaranya di situ tertulis bahwa untuk merayakan Idul Fitri umat Islam perlu makan secukupnya sebelum berangka ke tempat shalat Id, memakai pakaian yang paling bagus, saling mengucapkan selamat dan doa semoga Allah SWT menerima puasanya, dan memperbanyak bacaan takbir. Kata yang kedua adalah Fitri. Fitri atau fitrah dalam bahasa Arab berasal dari kata fathara yang berarti membedah atau membelah, bila dihubungkan dengan puasa maka ia mengandung makna `berbuka puasa’

(ifthaar). Kembali kepada fitrah ada kalanya ditafsirkan kembali kepada keadaan normal, kehidupan manusia yang memenuhi kehidupan jasmani dan ruhaninya secara seimbang. Sementara kata fithrah sendiri bermakna `yang mula-mula diciptakan Allah SWT` (Dawam Raharjo, Ensiklopedi Alquran: hlm 40, 2002). Berkaitan dengan fitrah manusia, Allah SWT berfirman dalam Alquran: “Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu?.

Mereka menjawab:”Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (QS. Al A`râf: 172).” Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh manusia pada firtahnya mempunya ikatan primordial yang berupa pengakuan terhadap ketuhanan Allah SWT. Dalam hadis, Rasulallah SAW juga mempertegas dengan sabdanya: “Setiap anak Adam dilahirkan dalam keadaan fitrah: kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani dan Majusi (HR. Bukhari).” Hadits ini memperjelas kesaksian atau pengakuan seluruh manusia yang disebutkan Alquran di atas.

Tatkala kita merayakan Idul Futri, setidaknya ada beberapa sikap yang harus kita perhatikan dengan baik, yakni (a) Dengan sepenuh hati mengharapkan keridloan akan ampunan dari sang Maha Pengampun Allah SWT, atas usaha kita menahan hawa nafsu dengan berpuasa (b) Mengevaluasi diri terhadap ibadah puasa yang telah dilaksanakan selama sebulan penuh. Mari bertanya, apakah puasa yang telah kita lakukan itu termasuk puasa yang penuh makna atau hanya puasa yang menahan makan dan minum saja
(c) Mempertahankan dan mengembangkan kesucian yang telah diraih pada hari yang fitri. Caranya antara lain dengan tetap melaksanakan ibaah-ibadah yang biasa kita laksanakan saat ramadhan.

Jika Allah menjanjikan pada yang berpuasa karena keikhlasan dan keimanannnya ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah lalu, maka pada hakekatnya kita telah dikembalikan pada kondisi fitrah kita. Seperti layaknya bayi yang baru lahir. Itulah sebabnya hari raya setelah Ramadhan disebut Hari Raya Fitri. Fitri, karena kita seperti selembar kertas yang putih tampa bercak kotor dari dosa. Dengan modal itu, kita jalani hari-hari, bulan dan tahun yang akan datang dengan lebih baik, lebih sedikit berbuat dosa dan kesalahan sehingga, pada bulan Ramadhan tahun depan , kalau umur kita sampai, kita bisa tidak terlalu repot membersihkannya. Demikian juga pada hari-hari mendatang, kita bisa menjalani kehidupan beribadah yang sama kualitasnya dengan bulan kemarin. Kalau kemarin bulan puasa kita mampu membaca/tadarus Quran beberapa ayat, atau satu ain atau lebih dari itu, alangkah baiknya kebiasaan itu tetap kita jalankan di hari-hari mendatang. Kalau kemarin kita bisa menahan amarah, perasaan kesal atau hasrat-hasrat negatif, maka seharusnya kita juga bisa melakukannya pada hari-hari dan bulan-bulan lainnya. Ibarat orang yang baru keluar dari kamp pelatihan, setelah sebulan mengalami latihan dan gemblengan, maka inilah saatnya kita menghadapi dunia nyata kehidupan sehari-hari yang penuh dengan tantangan. Kita coba menahan nafsu angkara, dan nafsu-nafsu lainnya, dengan harapan semoga Allah SWT meridhai setiap langkah yang kita tempuh.

Takbir kemenangan telah berkumandang, hari yang penuh berkah telah kita tinggalkan, hanya kelapangan hati tuk memaafkan
Gema takbir tlah berkumandang tanda kemenangan yang tlah tercapai
Senandung asma Allah menghiasi malam menghampiri fajar menyambut hari kemenangan. Jabat tangan penuh kasih, eratkan tali silaturrahim
Tak ujung lidah yang berucap salah dan tingkah yang berpongah, kususun jari sepuluh

Eyang putri tindak dhateng ngawi. Mundut jadah kaliyan buntelan rujak uni. Kulo ngaturaken sugeng riyadi. Nyuwun samudro pangaksami lan pitrahe ampun lali

Kita sering mendendam, tak mudah memberi dan melepaskan maaf. Mulut mungkin berkata ikhlas. Namun bara amarah masih ada dalam dada, tak pernah kita lepas. Idul fitri waktunya melepas semuayang terganjal di hati

Tuk setiap tutur yang khilaf, tuk setiap perangai yang membekas, tuk segenap kerak di hati yang tak kunjung luruh ku mohon maaf
Bila ada langkah membekas luka, bila ada kata menggores dusta
Dengan sepenuh jiwa, seikhlas niat,sepenuh hati dan sebening embun yang telah dibasuh di bulan suci
Taqobal ya karim, moga ramadhan thn ini dpt mjadi bekal d khidupan 11 bulan mendatang, dan kita tidak membuat kesalahn yang sama lagi. Semoga kita selalu istiqomah di jalan-Nya. Amien

Kejernihan hati akan terpancar dalam diri kita kalau mau saling memaafkan antar sesama umat Allah. Kita putihkan hati dan beningkan jiwa
Jiwa yang suci dari sang Maha Suci, tapi sering kali ternoda oleh dosa pada insan. Sucikan jiwa dengan saling memaafkan

Time 2 Share, Time 2 love, Time 2 pray, Time 2 forgive, Time 2 joy, Time 2 cheer, Time 2 gather, Time 2 back, Back 2 fitri

Andai jarak tak kuasa berjabat, setidaknya kata masihdapat terungkap. Tulus hati meminta maaf

Tiada pemberian trindah&perbuatan trmulia selain maaf&saling memaafkan. “SELAMAT IDUL FITRI1428H”Minal aidin wal faidzin Mohon maaf lahir batin

Semoga di hari yang fitri ini kita data lebur segala dosa dan kesalahan menjadi sebuah kesucian hati dalam menjalani fitrahnya

Tiada pemberian terindah selain maaf, tiada perbuatan termulia selain memaafkan
Tiada kata seindah dzikir, tiada hari semulia idul fitri. Ijinkan tangan bersimpuh atas lisan yang tak terjaga dan hati yang berprasangka.
Gapai ampunan Ilahi, songsong kemenangan haqiqi menuju jiwa nan fitri

Dalam foto yang terpotret, dalam kisah yang terdongeng hidup yang tak pernah lepas dari khilaf
Kt2q tlh bny menyaktimu,prbutanq tlh bny melukaimu.di hr nan fitri ni ijnkanq ucpkan”TAQOBBALALLAHUMINNA WA MINKUM”,minal aidzin wal faidzin,mohon maaf lahir dan bathin.

Biarlah kenangan manis dan pahit di hari lalu tersusun rapi dalam relung hati. Kini kita buka lembaran baru dan membasuh segala kesalahan.
Sucikan hati, bersihkan jiwa, bukakan pintu maaf atas kesalahan, kekhilafan dan kekeliruan yang pernah ada.
Dengan sepenuh jiwa, seikhlas niat,sepenuh hati dan sebening embun yang telah dibasuh di bulan suci
Tak ujung lidah yang berucap salah dan tingkah yang berpongah, kususun jari sepuluh
Bedug tlah ditabuh, gema takbir Ilahi membahana menyambut hari yang fitri

Kita putihkan hati dan beningkan jiwa
Senandung alunan takbir menyerukan kemenangan hati. Saya sampaikan Selamat Idul Fitri 1431 H/2010 M.

Ya..
Kita sering mendendam, tak mudah memberi dan melepaskan maaf. Mulut mungkin berkata ikhlas. Namun bara amarah masih ada dalam dada, tak pernah kita lepas. Idul fitri waktunya melepas semuayang terganjal di hati
Takbir kemenangan telah berkumandang, hari yang penuh berkah telah kita tinggalkan, hanya kelapangan hati tuk memaafkan
Kejernihan hati akan terpancar dalam diri kita kalau mau saling memaafkan antar sesama umat Allah SWT.


Sumber:
http://langitan.net/
http://windyhm.tripod.com/Khut-ied.html
http://www.pesantrenvirtual.com/

Kamis, 19 Agustus 2010

Peristiwa-Peristiwa Penting pada Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah merupakan bulan yang istimewa untuk umat Islam. Pertama dan terutama adalah karena di bulan Ramadhan inilah Al Quran pertama kali diturunkan, yang pada akhirnya Al-Qur'an ini menjadi rujukan bagi semua umat manusia terutama bagi umat Islam sampai akhir zaman.

Ada banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan ini.Hal ini menunjukan bahwa bulanan Ramadhan ini bukan bulan yang biasa-biasa saja. Artinya ...bulan ini penuh dengan ujian bagi umat Islam, baik ujian fisik maupun ujian mental. Karena hal itu pula lah Allah secara langsung menilai semua amalan manusia di muka bumi ini dalam satu bulan penuh.

Kejadian-kejadian penting tersebut antara lain :
1. Diturunkannya wahyu pertama oleh Allah
2. Napoleon Bonaparte meninggalkan Mesir karena tidak mampu menjajah Islam (23 Ramadhan)
3. Terbunuhnya Ali Bin Abi Thalib : 21 Ramadhan -- Khwarij : Abdurahman bin Muljam
4. Hancurnya berhala Latta dan Uzza
5. Ditembusnya terusan suez dan kalahnya Israel
6. Penaklukan Andalus: 27 Ramadhan
7. Kemerdekaan RI
8. Direbutnya kota ‘Asqalan (kini disebut Asduud) oleh Sha­lahuddin : 1 Ramadhan
9. 2 Ramadhan : Lahirnya Bapak Sosiolog Islam Ibnu Khaldun
10.3 Ramadhan : Hari berkabung umat Islam (Wafatnya Fatimah Az-Zahra)
11.5 Ramadhan : Dinasti Fatimiyyah memasuki mesir
12.7 Ramadhan : Pendirian Masjid Al-Azhar Kairo Mesir : Panglima jauhar Ash-Shiqili
13.10 Ramadhan: Penghancuran benteng berlif(Israel) oleh tentara mesir
14.12 Ramadhan: Wafatnya Abu Faraj Ibnu Jauzi, Sejarawan dan Ulma Islam
15.17 Ramadhan: Kemenangan Islam dalam Perang Badar
16.18 Ramadhan: Wafatnya Khalid bin Walid (Pedang Allah/Saefullah)
17.20 Ramadhan: Fathu Mekah / Pembebasan kota Mekah
18.21 Ramadhan: Diangkatnya Rosulullah menjadi Nabi dan Rassul
19.24 Ramadhan: Wafatnya Imam Abu Ibrahim Ismail (murid Imam Syafi'i)
20.25 Ramadhan: Perang Ain Jalut (Muslimin dan Tartar)
21.26 Ramadhan: Diangkatnya Abdul Malik bin Marwan sebagai Khalifah Bani Ummayah
22.28 Ramadhan: Panglima Tarik bin Ziyad membebaskan Andalusia
23.30 Ramadhan: Wafatnya sahabat Amru bin 'Ash


Sabtu, 12 September 2009

Makna Gerakan Shalat

Dari situs http://majelisrasulullah.org dan ichsan231.wordpress.com saya mendapatkan keterangan tentang pengertian dan arti dari gerakan-gerakan shalat. Penasaran? Terus baca sampai selesai, atau silahkan kunjungi situs aslinya di sini atau di sini.

Buku hasil karya Toto Tasmara yang berjudul Spiritual Intelligent, adalah salah satu buku yang menarik. Salah satunya adalah mengenai makna gerakan Sholat. Yang sering kita dengan dan kita pelajar, bahwa yang dimaksud dengan sholat adalah penyatuan antara “Gerak” dan “Doa” yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

“Gerak” menunjukkan bahwa orang hidup harus bergerak, yang artinyo orang harus bekerja keras untuk memperkuat ibadah dan agar sejahtera di muka bumi.

“Do’a” menunjukkan bahwa dalam bekerja sehari-hari harus selalu mengingat Allah, serta kita diperintahkan untuk meminta kepada Allah, dengan cara berdo’a.

Kesimpulannya setiap orang harus mau bekerja dan beribadah kepada Allah, bila tidak maka orang tersebut akan rugi besar.

Penjelasn lain dari buku Toto Tasmara yaitu bahwa : Sholat itu ada berdiri, ada rukuk dan ada sujud.

“Berdiri” bermakna bahwa setiap orang mengalami masa-masa jaya, masa-masa sehat dan gagah perkasa, maka gunakanlah untuk bekerja dan beribadah.

“Rukuk” bermakna bahwa setiap orang itu akan melewati masa-masa rapuh atau badan sudah bongkok tidak bisa berdiri tegak, maka beribadahlah sebelum keburu dipanggil oleh Allah.

“Sujud” bermakna ketidak berdayaan manusia, sehingga posisi sujud adalah posisi terendah manusia, sudah tak berdaya untuk sombong, maka sudah sepantasnya untuk lebih mendekat kepada Allah.

Sumber lain menjelaskan:

* Takbiratul ihram

Takbiratul Ihram berasal dari dua kata : Takbir (ucapan Allahu Akbar) dan Ihram (pengharaman), ketika dua kalimat ini digabung maka bermakna : Ucapan takbir yg memulai pengharaman dari melakukan hal hal yg dilarang dalam shalat. Seperti makan, minum, berbicara kpd selain Allah dan Rasul saw dan hal hal yg diajarkan Rasul saw sebagai mubthilat (yg membatalkan) shalat.

* Bersedekap
Sedekap ini bukan merupakan rukun shalat, bila tak dikerjakan tak membatalkan shalat, yg merupakan rukun adalah berdiri dalam shalat wajib bagi yg mampu dan membaca Fatihah padanya.

* Ruku
Ruku secara bahasa adalah menunduk
Secara Syar;an adalah menundukkan badan hingga kedua telapak tanganna meraih/bersandar pada kedua lututnya, dan bahwa Ruku;nya Rasul saw itu tepat dalam posisi 90 derajat, hingga andai ditaruh sebuah gelas dipunggungnya niscaya tak tumpah, menunjukkan lurusnya posisi punggung beliau dalam 90 derajat

* I'tidal
Secara bahasa adalah tegak lurus
Secara syar?an adalah tegak berdiri kembali ke posisi semula sebelum ruku;nya.

* Sujud
Secara bahasa adalah merendahkan diri serendah rendahnya
Secara syar;an adalah meletakkan 7 anggota sujudnya pada bumi tempat ia melakukan shalat, yaitu kedua telapak tangan, kedua lutut, kedua kaki, dan Dahinya, dengan mengangkat belakang tubuhnya lebih tinggi dari posisi dahinya, melambangkan kerendahan yg serendah rendahnya atas dahi.

* Duduk di antara dua sujud
Duduk antara dua sujud secara bahasa adalah duduk sebagaimana yg kita fahami, dan secara syar?an pun demikian, duduk dalam posisi apapun yg disebut duduk tetap sah shalatnya, misalnya bersila, tetap sah shalatnya, dan sunnah adalah duduk dengan Iftirash dengan menegakkan telapak kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri sebagaimana kita lihat orng yg melakukan duduk dalam shalat.

* Tahiyatul
Tahiyyah secara bahasa adalah kemuliaan, secara syar?an adalah Salam kepada Allah, sebagaimana para sahabat mengucapkan salam pada Rasul saw, salam pd sesama muslim, merekapun mengucapkan salam kepada Allah, maka Rasul saw bersabda : ?Jangan ucapkan salam pd Allah, karena Allah adalah Assalaam, tapi ucapkanlah Attahiyyatu lillah; (Syarh Baijuri Bab Shalat)

Tasyahhud, secara bahasa adalah mengucapkan syahadat, secara syar;an adalah terbagi dua, Tasyahhud awwal dan Tasyahhud Akhir, tasyahhud awal adalah duduk setelah sujud kedua pd rakaat kedua, lalu membaca doa tasyahhud awal sebagaimana dijalankan oleh muslimin dan yg itu semua telah diajarkan oleh Rasul saw, demikian pula Tsyahhud Akhir, yaitu ucapan yg merupakan percakapan antara Allah dan Rasul saw di malam Mi'raj beliau, sebagaimana Rasul saw menceritakannya : aku bersujud dan berucap : ?Attahiyyatulmuba?dst.? Lalu Allah menjawab Assalaamu alaikua Ayyuhannabiyy.., lalu aku menjawab : Assalaamu alaina.., maka percakapan ini dijadikan kewajiban utk selalu diucapkan oleh setiap ummatnya, karena saat itu lah diwajibkannya shalat, maka shalat menyimpan rahasia kemuliaan Mi;raj beliau saw kepada Allah swt.

* Menunjukkan jari ketika sedang tahiyat
Merupakan Ittiba; lirrasul saw (berpanut pd perbuatan Rasul saw)

* Salam
Salam adalah ucapan dari rukun shalat yg terakhir dg niat selesai dari shalat, ucapan salam yg pertama merupakan rukun shalat, dan salam yg kedua adalah sunnah, mengenai kpd siapa ucapan tersebut memang banyak khilaf, namun bukan itu daripada tujuan utama mengucapkan salam, karena tujuan utama dari salam dan seluruh gerakan shalat adalah Ittiba; lirrasul saw dengan landasan perintah Allah swt dengan puluhan ayat pada Al Qur;anulkarim yg memerintahkan kita taat kepada Rasul saw, dan mengikuti perintah beliau saw

Apakah ada dalil mengenai gerakan SHOLAT ?

Dalil mengenai gerakan shalat dapat anda rujuk ratusan hadits pada Shahih Bukhari, Muslim dan seluruh buku buku Hadits Bab Shalat, bagaimana dijelaskan sujud beliau saw, ruku beliau saw, perintah beliau untuk meratakan shaf, mengeraskan suara pada bacaan fatihah dan surat di shalat magrib, isya dan subuh, dan seluruh rukun shalat berlandaskan hadits shahih.

Apakah suatu keharusan salam harus menengok kanan kiri?

Menengok ke kanan dan kiri hukumnya sunnah dan merupakan Ittiba birrasul saw (Syarh Busyralkariim Bab Sunanusshalat hal 183)

Mengenai hikmah dari setiap gerakan gerakan shalat saya tak mungkin menuliskannya disini mengingat waktu yg sempit, namun satu hal yg harus kita pegang adalah setiap gerakan shalat, juga haji, puasa, zakat dlsb mengandung hikmah hikmah luhur, namun bukan kewajiban kita untuk mengetahuinya, namun kewajiban kita adalah mengamalkannya, karena kita akan terjebak oleh hukum akal bila selalu menghendaki jawaban dari maksud setiap Ajaran Rasul saw, ya bila kita menemukan jawabannya, bila tidak?, apakah lalu kita menolak mengamalkannya?, maka dengan itu kita menyembah akal karena hanya taat pd hal yg diterima akal.

Pertanyaan : "mengapa", merupakan pertanyaan berbahaya bila terlalu mendalam, karena puncaknya akan menjurus pada Allah swt dan syak wasangka padaAllah swt, mengapa Allah memerintahkan ini dan itu?, mengapa tidak seperti ini?,

Maka tanpa kita sadari kita terjebak pemahaman untuk merubah diri kita sebagai Pencipta, dan Allah menjadi Hamba, karena kita ingin Allah taat pada keinginan kita, dan berbuat menurut kehendak kita, dan agar tidak berbuat terkecuali hal yg kita fahami, dan membatasi kehendak Nya untuk berbuat dengan hal yg bertentangan dengan akal kita.

Wallahu alam

Sumber :
1.Syarh Busyralkariim Imam As Syeikh Abdullah Abdurrahman Ba Fadhl
2.Syarh Imam Baijuri
3.Yaqutunnafiis ala madzhab Ibn Idris As Syafii
4.Bulughul Maraam Al Imam Ibn Hajar


Wallahu a'lam ....

Rabu, 09 September 2009

Hadiah Lebaran dari Allah SWT

Hari Raya Idul Fitri adalah salahsatu hari besar Islam. Hari raya ini biasanya paling ramai diperingati oleh banyak kalang orang Islam. Padahal apabila melihat sejarah dalam Islam, hari raya yang paling besar adalah hari raya Idul Adha. Namun, karena hari raya Idul Fitri dilaksanakan setelah melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh, maka hari raya Islam yang satu ini menjadi paling meriah.

Kemeriahan Idul Fitri akan sangat dirasakan sekali oleh mereka yang betul-betul telah melaksanakan puasa dengan amalan-amalan ibadah yang lainnya dengan baik. Karena, puasa bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga saja. Banyak sekali hal-hal yang harus dikerjakan dan dijauhi bagi mereka yang berpuasa apabila mereka betul-betul ingin mencapai tingkatan puasa yang baik.

Ramadhan betul-betul dijadikan sebagai ajang penggodokan diri menjadi manusia yang baik. Manusia yang taat dan disiplin terhadap segala peraturan yang telah ditetapkan sang Maha Pencipta, Allah, SWT.

Ibadah Puasa adalah ibadah yang paling rahasia dibandingkan dengan ibadah-ibadah yang lainnya. Kalau saja ibadah-ibadah yang lain dapat saja tersaksikan oleh orang lain maka berpuasa tidaklah begitu. Shalat lebih baik dilaksanakan secara berjamaah daripada munfarid, shadaqoh biasanya ingin dilihat orang lain, ke pengajian apalagi, membaca Al-Qur'an bisa saja terlihat dan terdengar oleh orang lain, dan begitupun dengan ibadah-ibadah yang lainnya. Hal ini tentu saja kaitannya karena ibadah-ibadah tersebut seringkali melibatkan banyak orang. Sedangkan puasa, siapa saja yang berpuasa dan siapa saja yang tidak, maka tidak seorang-pun yang akan tahu. Tentu saja pengecualian bagi mereka yang sengaja memperhatikan ketidak berpuasaannya kepada orang lain. Namun demikian, yang melakukan demikian sangat jarang sekali, dan apabila mereka melakukan demikian, maka dia akan mendapatkan sanksi secara sosial.

Karena ibadah puasa ini adalah ibadah yang sangat tersembunyi, maka pahalanya-pun secara langsung diberikan oleh Allah SWT., tidak melalui perantaraan malaikat atau yang lainnya. Ibadah puasa adalah ibadah yang langsung dinilai dan diberikan pahalanya oleh Allah SWT. Maka, salahsatu hadiah yang langsung diberikan oleh Allah SWT., kepada mereka yang berpuasa salah-satunya adalah saat dia berbuka puasa. Rasa syukur dan nikmat yang tiada tara akan sangat teras oleh mereka. Minumnya, makannya, dan tidurnya bagi mereka yang berpuasa mendapatkan penilaian atau pahla dari Allah SWT. Selain itu, rezeki yang diterima oleh mereka yang berpuasa akan sangat barokah dapat termanfaatkan dengan baik. Lain halnya bagi mereka yang tidak berpuasa, rasa was-was, penyesalan, ketidaknyamanan, rasa takut, ketidaknikmatan, penambahan dosa yang tak terkirakan akan selalu menghantui dan menghantarkan mereka ke kehidupan yang tidak akan pernah menemukan kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidup.

Rezeki yang diperoleh tidak menjadi barokah, sehingga walaupun begitu banyak penghasilannya, maka tak sedikitpun rasa nyaman dan bahagia serta ketercukupannya takan terasakan.Belum lagi apabila mengingatkan akan janji Allah yang Maha Tahu dalam salah-satu keterangannya telah menyebutkan, bahwa barangsiapa yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan ini dengan tanpa udzur (tanpa alasan), sakit keras, sudah jompo, dalam perjalanan jauh, dan lain-lain yang meyebabkan seseorang tidak sanggup berpuasa dan apabila tetap dilaksanakan akan mengancam nyawanya, maka dia harus mengganti ibadah satu hari puasa yang batal tersebut dengan berpuasa lagi selama 40 tahun secara berturut-turut.

Mari kita bertanya kepada diri kita, sudah berapakah usia kita sekarang? Bayangkan, apabila usia kita sekarang sudah 25 tahun, dan dalam usi ini kita masih tidak berpuasa, maka sampai pada usia 65 tahun yang akan datang dari mulai tahun depan setiap hari kita tidak boleh batal berpuasa. Apakah kita akan sanggup? Silahkan jawab sendiri.

Sudah jelas Allah memberikan keringanan kepada kita dalam beribadah, namun kita tetap membandel. Apabila kita sebagai orang tua dan anak kita melakukan kesalahan, apakah kita akan cukup hanya dengan memaafkan dengan tanpa memberikan hukuman? Begitu juga dengan Allah SWT. Allah telah memberikan aturan dan ketetapan kepada kita, dan apabila kita melanggarnya, maka janganlah kita menyalahkan Allah SWT., apabila Dia memberikan hukuman kepada kita.

Jelas sekali hadiah lebaran yang sangat berharga bagi mereka yang benar-benar beriman adalah terhapusnya segala dosa dan diterimanya rasa syukur dan nikmat yang tiada taranya. Mereka diumpamakan seperti bayi yang baru lahir, begitu bersih dan suci. Karena dalam sebuah keterangan menjelaskan, "Barang siapa yang bahagia akan kedatangan bulan suci Ramadhan, dan merasa sedih serta merasa kehilangan dengan akan berlalunya Ramadhan, maka diharamkan dia dari api neraka". Subhanallah!!! hanya dengan berperasaan seperti itu saja sudah sangat luar biasa, apabilagi dengan disertai ibadah-ibadah yangdianjurkannya.
Wallahu'alam.
--- Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H / 2009 M ---
--- Minal Aidin wal Faidzin ---

Kamis, 03 September 2009

Gempa Bumi 2009

Gempa bumi, adalah pergerakan permukaan bumi disebabkan oleh pergerakan yang banyak di permukaan bumi yang berbatu. Gempa bumi terjadi apabila tenaga yang tersimpan dalam bumi, biasanya di dalam bentuk geseran batu yang  tiba-tiba terlepas.
Gempa bumi diukur dengan menggunakan Skala Richter atau Magnitude. Gempa bumi ini dicirikan dari skalasatu hingga skala sembilan berdasarkan skala Richter. Gempa bumi juga dapat diukur dengan menggunakan ukuran Skala Mercalli. Getaran gempa bumi dari tidak terasa sama terasa kuat, satu satuan lagi yang sering digunakan oleh USGS adalah Magnitude.
Tenaga gempa bumi ini disalurkan ke permukaan bumi yang menyebabkan gelombang gempa bumi. Kajian sains mengenai gempa bumi dan gelombangnya dikenali sebagai seismologi (dari perkataan Greek seismos, untuk mengoncang).
Kemarin, tepatnya tanggal 12 Ramadhan 1430 H, sekitar kurang atau lebih pukul 15.00 bumi sempat digoncangkan sekitar beberapa detik. Sontak saja, warga Gununglarang yang sebagian besar pada waktu itu sedang istirahat dari aktifitasnya, berhamburan keluar rumah sampai menerikan istigfar, takbir, dan lain-lain.
Situs www.gusbud.web.id memberitakan bahwa gempa bumi kembali mengguncang Jawa Barat Sebanyak 3.586 unit rumah penduduk di 10 kabupaten/kota di Jawa Barat rusak berat dan ringan akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR). Kondisi terparah akibat gempa bumi dialami kabupaten Cianjur , Tasikmalaya dan Pangalengan
Data gempa bumi jawa barat menurut BNKP sampai Kamis 3 September 2009 pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan data kerusakan rumah akibat gempa yang menimpa pemukiman penduduk. Di Kabupaten Sukabumi, tercatat sebanyak 1.656 unit rumah roboh/rusak berat dan 2.594 unit rumah rusak ringan. Selain itu, 39 unit sekolah, 106 unit tempat ibadah dan 2 unit bangunan lainnya juga mengalami kerusakan. Di Kabupaten Cilacap , tercatat rumah rusak sebanyak 504 unit roboh/rusak berat dan 739 unit rusak ringan. Selain itu 3 unit sekolah, 3 unit tempat ibadah, 4 kantor, 4 buah pasar serta 4 unit fasilitas umum lainnya juga rusak.
Secara keseluruhan, tercatat total rumah roboh/rusak berat sebanyak 10.695 unit, dan rusak ringan 13.157 unit. Selain rumah, data kerusakan juga meliputi 367 unit sekolah, 353 unit tempat ibadah, dan 30 unit kantor. Data ini mencakup 10 kab/kota di Jawa Barat (Kab. Cianjur, Garut, Sukambumi, Tasikmalaya, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Bogor, Kuningan, Ciamis dan Kota Banjir) serta Kab. Cilacap di Jawa Tengah. 
Sementara itu data sementara jumlah pengungsi yang tercatat di Pusdalops BNPB sebanyak 3.118 jiwa, dengan rincian: Tasikmalaya (450 jiwa), Kab. Kuningan (180 jiwa), Kab. Ciamis (100 jiwa) dan Kab. Cilacap (2.388 jiwa). Sehingga berjumlah 3.118 jiwa.
Selain mengakibatkan kerusakan rumah dan bangunan pemerintah serta fasilitas umum, gempa bumi berkekuatan hebat itu juga mengakibatkan korban meninggal dunia. Berdasarkan laporan yang diterima Satkorlak PBA Jawa Barat hingga pukul 21.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 23 orang yang tersebar di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya
Saya sendiri yang tengah "ngageubra tidur" secepat kilat (moal aning) bangun, cepet keluar sambil berteriak, ah... oh..  . capee..k... deh... ternyata gempanya sudah tidak ada. Dicari-cari sudah hilang....
--------------------------------------
Bpk. Ucup nga SMS " Pak.. di dinya aya lini taya?" .... he... he.... Lini tah ieu... Punten... teu icalan lini yeuh...

Ramadhan dan Jihad

"Siapa saja yang berpuasa Ramadhan karena percaya dan benar-benar mengharap pahala dari Allah, maka segala dosa yang telah diperbuat diampuni (oleh Allah) " HR. Bukhari dan Muslim

Ditegaskan pula dalam keterangan lain bahwa "Jika telah tiba bulan Ramadhan, maka dibukakanlah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggu atau dirantai semua syetan yang ada "

Sahabat Abu Hurairah pernah menceritakan, bahwa pada suatu ketika Nabi telah bersabda, bahwa Allah berfirman : " Bahwasanya semua amal perbuatan anak adam dapat dicampuri oleh keinginan hawa nafsu, kecuali puasa, maka berpuasalah melulu untuk Aku (Allah) dan Aku sendiri akan membalasnya "

Tepat kiranya pada Ramadhan dikatakan sebagai Jihad akbar. Mari kita perangi nafsu dengan pedang-pedang riyadhlah.

Selasa, 01 September 2009

Ramadhan dan Jihad


"Siapa saja yang berpuasa Ramadhan karena percaya dan benar-benar mengharap pahala dari Allah, maka segala dosa yang telah diperbuat diampuni (oleh Allah) " HR. Bukhari dan Muslim

Ditegaskan pula dalam keterangan lain bahwa "Jika telah tiba bulan Ramadhan, maka dibukakanlah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggu atau dirantai semua syetan yang ada "

Sahabat Abu Hurairah pernah menceritakan, bahwa pada suatu ketika Nabi telah bersabda, bahwa Allah berfirman : " Bahwasanya semua amal perbuatan anak adam dapat dicampuri oleh keinginan hawa nafsu, kecuali puasa, maka berpuasalah melulu untuk Aku (Allah) dan Aku sendiri akan membalasnya "

Tepat kiranya pada Ramadhan dikatakan sebagai Jihad akbar. Mari kita perangi nafsu dengan pedang-pedang riyadhlah.

Senin, 31 Agustus 2009

Siapakah orang dungu itu?


Marhaban Yaa Ramadhan.. Selamat datang bulan Allah 1430 H

Orang yang dungu adalah orang yang anaknya meninggal dunia kemudian ia menangisinya, meratapi dan berduka cita dengannya, tetapi ia tidak menangisi terlewatkannya ketaatan kepada Allah.

Allah berfirman:"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), di sisi Allah-lah pahala yang besar"(QS. Al-Taghabun: 64: 15)

Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam ra. ia berkata: seseorang berkata: Wahai Rasululah, bagaimanakah aku takut neraka? RASUL menjawab: Dengan air matamu, karena mata menangis lantaran takut kepada Allah tidak tersentuh api neraka selamanya.

Allah berfirman: "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya " (QS. Al-Nazi'at :79:40-41)

Memelihara hawa nafsu yang buruk, dan kebiasaan meratapi orang meninggal adalah kedunguan manusia...

Minggu, 30 Agustus 2009

Ramadhan 1430 H


Marhabaan ya Ramadhan. Selamat datang bulan Allah...

Saudaraku, sesungguhnya hawa nafsu itu adalah musuh terberat kita, karena dialah yang mencegah kita dari ketaatan dan dia selalu memerintahkan pada kesesatan.

Allah berfirman: Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesesatan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesunggugnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Yusuf: 12: 53)

Demikian juga ketika kita membiarkan diri kita tidak shalat, maka nafsu kita akan mengajak bermaksiat, sementara kita memberi nafsu kita itu makanan yang lezat, buah-buahan yang enak, menghiasinya dengan pakaian yang paling bagus dan membanggakan, dan kita tidak mencela terhadap apa yang telah diperbuat. Maka, lawanlah nafsu itu dengan celaan, cercaan dan pengawasan yang ketat. SEBAB inilah JIHAD AKBAR yang disebutkan Rasululah dalam sabdanya: Kami pulang dari jihad kecil menuju jihad akbar.